KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Bukit Jambul Lebih Tepat Jadi KSPN KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Bukit Jambul Lebih Tepat Jadi KSPN

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Petahana Hibahkan 5 Unit Pickup
Di daerah pemilihannya, I Wayan Suadi Putra memberikan...

Caleg Perempuan Ini Suka Blusukan
Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral

Mesir Kembangkan Wisata Kutuh
Kawasan Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan memiliki potensi wisata...

Politik Uang di Tahun Politik
Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi










Bukit Jambul Lebih Tepat Jadi KSPN


06 November 2013 | Koranjuri.com


Bukit Jambul Lebih Tepat Jadi KSPN
KORANJURI.COM Pura Besakih tetap jadi pro kontra terkait rencana ditetapkannya sebagai  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Bali. hal itu juga dikatakan Konsultan KSPN Sanur-Kuta-Nusa Dua, Anak Agung Suryawan pada Sarasehan di Jayasabha rumah dinas Gubernur Bali, Selasa (05/11/2013). Menurut Suryawan, Pura Besakih terlalu sensitif untuk diotak atik menjadi KSPN.

Karena disitu merupakan kawasan suci sementara KSPN fungsi utamanya pariwisata, kata Anak Agung Suryawan.
Menurutnya, Pura Besakih memang memiliki daya tarik tapi sekaligus menjadi tempat suci yang akan berpengaruh secara psikologis jika ditetapkan sebagai KSPN. Ia mengusulkan untuk menurunkan sedikit lokasinya ke kawasan Bukit Jambul.

Kalau diturunkan sedikit di kawasan bukit jambul, selesai masalah, jelasnya.

KSPN sendiri menurutnya yang merancang dari pusat dengan menampung aspirasi masyarakat. Tapi kalau berbenturan dengan norma, ia menegaskan, kenapa harus dipaksakan. Terkait pemaparan prof Dr. Ir. I Gde Pitana M.Sc, yang menyebutkan, Pura Besakih tetap akan dikunjungi wisatawan meski tidak sebagai KSPN, Suryawan tetap kukuh menjadikan Pura Besakih sebagai kawasan suci.

Sementara, pandangan Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Drs. I Putu Anom, M. Par menyebutkan, 11 KSPN di Bali sampai saat ini masih sebatas lists. Sedangkan pariwisata sendiri harus memiliki unsur yakni, suplementasi dan konfrontasi.

Konfrontasi jangan dianggap negatif, ini jadi bagian check and balances, kata Putu Anom.


way