KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Caleg Perempuan Ini Lebih Suka Blusukan KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Caleg Perempuan Ini Lebih Suka Blusukan

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Petahana Hibahkan 5 Unit Pickup
Di daerah pemilihannya, I Wayan Suadi Putra memberikan...

Caleg Perempuan Ini Suka Blusukan
Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral

Mesir Kembangkan Wisata Kutuh
Kawasan Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan memiliki potensi wisata...

Politik Uang di Tahun Politik
Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi










Caleg Perempuan Ini Lebih Suka Blusukan


14 Maret 2014 | Koranjuri.com


Caleg Perempuan Ini Lebih Suka Blusukan
KORANJURI.COM Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral janji. Segala cara bisa dilakukan untuk bisa duduk di kursi parlemen. Fenomena itu pun jamak terjadi menjelang pesta demokrasi seperti sekarang. Melihat fenomena yang ada, Ida Ayu Putu Manik, SH mengaku tidak sependapat.

Menurutnya, uang bukan segalanya untuk mengantarkan calon legislatif duduk di kursi dewan. Dikatakan, masyarakat perlu disadarkan mengenai hak pilih mereka demi sebuah perubahan.

Masyarakat pemilih sekarang sudah cerdas. Mereka melihat sosok yang dipandang mampu memberikan perubahan dan berjuang untuk kemakmuran bersama, ungkap Istri ketua DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi ini.

Sebagai calon anggota DPRD Provinsi Bali, perempuan yang akrab dipanggil Bu Cok Rat ini menambahkan, pendekatan dengan massa pemilih melalui Simakrama justru dipandang kurang efektif. Karena tetap saja membutuhkan biaya tinggi yang berarti akan ada usaha mengembalikan modal ketika caleg yang bersangkutan duduk di kursi dewan.

Dalam hitung-hitungan saya nominalnya bisa sangat luar biasa dan saya menghindari itu. Disitu pasti berlaku hukum ekonomi untuk mengembalikan modal kampanye, ujar pensiunan PNS ini. Lantas pola kampanye seperti apa yang diterapkan untuk mendulang suara?

Dikatakan caleg perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, ia lebih suka blusukan menemui masyarakat pemilihnya di Dapil Denpasar. Kapan saja ia bisa turun ke lapangan tanpa harus menyusun agenda khusus.

Bahkan, Ida Ayu Putu Manik mengaku tidak punya tim sukses untuk meraup jumlah suara besar. Yang dimiliki Ida Ayu Putu Manik adalah relawan yang bekerja dengan kesungguhan hati nurani mereka.

Ibaratnya nothing to loose. Relawan bekerja karena membutuhkan perubahan dan jika terpilih saya akan bekerja sesuai amanah yang dipercayakan masyarakat pemilih kepada saya, ujar Ida Ayu Putu Manik.

Beberapa program yang dinilai urgen dan harus diperjuangkan caleg PDIP Dapil Denpasar bernomer urut 5 ini diantaranya, peningkatan pendidikan dan kesehatan serta memperjuangkan hak perempuan Bali. Menurut Ida Ayu Putu Manik, pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar yang harus diterima oleh seluruh masyarakat tanpa kecuali.

Selama ini ia melihat pendidikan belum merata. Wajib belajar 9 tahun tidak sepenuhnya didapatkan oleh anak usia sekolah. Sedangkan biaya kesehatan untuk masyarakat kurang mampu sampai saat ini masih perlu diperjuangkan.

Kita berikan modal dasar kepada masyarakat. Kalau masyarakat cerdas mereka akan mencari pekerjaan layak untuk kemakmurannya sendiri. Itu masih perlu didukung dengan kesehatan, percuma kalau pintar tapi sakit-sakitan, ungkap Ida Ayu Putu Manik.

Untuk mengenalkan figurnya kepada masyarakat, Ida Ayu Putu Manik merasa kurang sreg untuk memilih jor-joran perang spanduk di jalanan. Meski di lain sisi ia merasa perlu untuk tampil di tengah-tengah masyarakat.

Saya desain saja mobil saya dengan spanduk dan baliho. Tiap hari mobil itu berkeliling dan parkir di tempat strategis agar masyarakat lebih familier. Disini saya hanya mau memberi contoh, kalau menempel spanduk dimana-mana akan mengotori pemandangan, lagipula kesannya kok kurang etis sebagai wakil rakyat, ungkap Ida Ayu Putu Manik.


agw