KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Jaringan LSM Internasional Unjukrasa Bubarkan WTO KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Jaringan LSM Internasional Unjukrasa Bubarkan WTO

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Petahana Hibahkan 5 Unit Pickup
Di daerah pemilihannya, I Wayan Suadi Putra memberikan...

Caleg Perempuan Ini Suka Blusukan
Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral

Mesir Kembangkan Wisata Kutuh
Kawasan Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan memiliki potensi wisata...

Politik Uang di Tahun Politik
Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi










Jaringan LSM Internasional Unjukrasa Bubarkan WTO


3 Desember 2013 | Koranjuri.com

Jaringan LSM Internasional Unjukrasa Bubarkan WTO
KORANJURI.COM Jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional ikut melakukan unjukrasa menuntut pembubaran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mereka melakukan aksi dari depan Monumen Bajrasandi Renon Denpasar dan berjalan kaki melewati kantor Gubernur Bali. aksi itu dilakukan bersamaan dengan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 WTO di Nusa Dua Bali yang berlangsung 3-6 Desember  2013.

Aksi ratusan massa itu diwarnai dengan yel-yel berisi penolakan dan pembubaran WTO. Pentolan Walhi Bali, Wayan Suardana atau Gendo, terlihat ikut melakukan orasi. Gendo menyoroti rencana reklamasi teluk Benoa menjadi agenda dari kepentingan para pemodal.

Suara nasional, suara internasional didengar oleh Gubernur Mangku Pastika, didengar oleh pemodal yang mendukung dia. Sekali lagi, tolak WTO, teriaknya.

Para demonstran menilai, WTO menjadi bagian dari kapitalisme internasional yang melakukan monopoli pedagangan dunia. Salah seorang pengunjuk rasa, Aditya Jaya dari Farmer Initiatives for Ecological Livelihood (Filled) mengatakan, aksi tersebut untuk mengingatkan setiap negara terhadap krisis multidimensial yang berkepanjangan.
Sementara, perwakilan petani dari Indramayu, Jawa Barat, Joharifin mengatakan, saat ini petani terkena dampak dari perdagangan bebas.

Petani seakan ditekan dan dipaksa bersaing dengan petani luar negeri. Sementara, kebijakan dan informasi yang seharusnya kami dapat, ditutup, kata Johar yang sudah 3 hari bertahan di Bali.

Selain menuntut pembubaran WTO, pengunjukrasa juga menolak Paket Bali yang terdiri dari fasilitas perdagangan, persoalan negara tidak berkembang dan pertanian. Paket Bali, menurut mereka, dikemas bersama Post Bali Issues sebagai alat Negara maju untuk memperluas dan memperdalam liberalisasi di seluruh area perdagangan.

Dalam aksi itu, LSM internasional yang berasal dari Amerika, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Thailand maupun Korea dan Thailand, membentangkan spanduk. Mereka mengenakan kaus dan ikat kepala yang bertuliskan negara masing-masing.

Gelombang demonstrasi itu dilakukan sejak Jumat (29/11/2013) kemudian pada Senin (2/12/2013) menyasar Konsulat Jenderal Amerika Serikat di jalan Hayam Wuruk Denpasar dan Selasa (3/12/2013) pengunjukrasa memulai aksinya dari Lapangan Puputan Renon dan bergerak menuju tempat berlangsungnya KTM Ke-9 WTO di Nusa Dua Bali.


way