KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Obrolan Bersama Cok Rat KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Obrolan Bersama Cok Rat

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Petahana Hibahkan 5 Unit Pickup
Di daerah pemilihannya, I Wayan Suadi Putra memberikan...

Caleg Perempuan Ini Suka Blusukan
Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral

Mesir Kembangkan Wisata Kutuh
Kawasan Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan memiliki potensi wisata...

Politik Uang di Tahun Politik
Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi










Obrolan Bersama Cok Rat


18 Maret 2014 | Koranjuri.com


Obrolan Bersama Cok Rat
KORANJURI.COM Ini merupakan pandangan Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi atau akrab dipanggil Cok Rat. Obrolan yang dilakukan Koranjuri.com bersama sesepuh Puri Satria yang juga politisi kawakan ini, mengungkap banyak hal.

Kesukaannya berada di tengah-tengah masyarakat sambil menikmati kopi di warung menjadi rahasia yang selama ini jarang terungkap. Cok Rat mengaku merasa lebih nyaman seperti itu.

Menurut pengakuannya, ia sempat berharap beristirahat sejenak dari tugas-tugas protokoler selepas menjabat Ketua DPRD Provinsi Bali. Namun niatannya rupanya belum bersambut dengan kepercayaan dari Ketum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tetap menugaskan Cok Rat duduk di kursi DPD.

Surat penugasan dari Ibu Megawati datang sehari sebelum pendaftaran berakhir. Mau tidak mau saat itu juga semua persyaratan dipersiapkan, terang Cok Ratmadi.

Dalam surat perihal pencalonan Anggota DPD RI itu disebutkan, DPP PDIP berencana mempersiapkan kader terbaik partai untuk dicalonkan sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019. Kader terbaik itu tak lain adalah Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi, SH., M.Si. Dalam waktu tak lebih dari satu malam saja, Cok Rat berhasil mengumpulkan lebih dari 4 ribu KTP sebagai persyaratan melaju di kursi DPD RI.

Obrolan terkait penugasannya sebagai anggota DPD RI, tiba-tiba saja meloncat ke pertarungan politik nasional. Ekskalasi perebutan RI 1 sepertinya menjadi tema yang menarik untuk dipertajam oleh AA. Ngurah Oka Ratmadi. Apalagi dengan munculnya mantan walikota Solo, Joko Widodo sebagai sosok yang digadang-gadang sebagai Satria Piningit.

Satria Piningit itu kan istilah anda. Saya tidak mau membahas soal itu, mau satria super atau satria apalah, candanya.

Tapi dari sisi figur dan elektabilitas yang cukup tinggi, masyarakat sudah dapat menilai seperti apa sosok Jokowi, ungkap Cok Rat.

Untuk negara yang krisis figur orang jujur seperti sekarang, menurut Cok Rat, muncul seseorang yang benar-benar mampu menjawab ekspektasi rakyat dari berbagai strata sosial. Ditambahkan, banyak pemimpin maupun pejabat yang melakukan tugas kedinasan ala blusukan yang dilakukan Jokowi. Tapi itu tidak pure. Cok Rat menegaskan, yang dilakukan Jokowi muncul dari sikap kesederhanaan secara lahir maupun bathin.

Rakyat harus berpikir 1000 % untuk tidak memilih Jokowi. Kalau sekarang Jokowi tidak terpilih, sayang sekali, kata Cok Rat.

Lantas adakah agenda Jokowi jadi juru kampanye di Bali?

Belum kita bahas. Yang jelas, tanpa datang ke Bali pun mampu memberikan vibrasi luar biasa. Lihat saja, efeknya pengusaha konveksi jadi kebanjiran order baju kotak-kotak. Kemarin saat deklarasi, harga saham diberitakan menguat,  terang Cok Rat.

Eforia JKW4P diyakini AA. Ngurah Oka Ratmadi akan mengembalikan Bali sebagai kandang banteng untuk pemilu tahun ini. Hal itu juga dikuatkan dengan pengalaman pada pemilukada tahun lalu yang menurut Cok Rat, banyak suara hilang.

Tentunya tahun ini kita persiapkan untuk mengantisipasi suara yang dicuri, terang AA. Ngurah Oka Ratmadi yang maju ke kursi DPD RI dengan nomer urut 1 ini.

Ia berharap, di tahun politik yang semuanya serba panas ini semua pihak menyikapi dengan kepala dingin. Pemilu memang pertarungan untuk merebut simpati masyarakat. Dengan begitu Cok Rat berharap, prosesnya dilakukan secara jujur dan adil.

Semua punya peran untuk menciptakan pemilu yang jujur dan adil serta kondusif, harapnya.


Penulis: Wahyu Siswadi