KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Penutupan Sidang IV di Warnai Banyak Kursi Kosong KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Penutupan Sidang IV di Warnai Banyak Kursi Kosong

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Petahana Hibahkan 5 Unit Pickup
Di daerah pemilihannya, I Wayan Suadi Putra memberikan...

Caleg Perempuan Ini Suka Blusukan
Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral

Mesir Kembangkan Wisata Kutuh
Kawasan Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan memiliki potensi wisata...

Politik Uang di Tahun Politik
Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi










Penutupan Sidang IV di Warnai Banyak Kursi Kosong


12 Desember 2013 | Koranjuri.com

Penutupan Sidang IV di Warnai Banyak Kursi Kosong
KORANJURI.COM - Penutupan sidang IV DPRD Kabupaten Rote Ndao, diwarnai dengan banyaknya kursi yang kosong. Dari 25 anggota dewan, yang hadir hanya 14 anggota. Banyaknya kursi kosong, ketua DPRD, Cornelis Feoh tetap memimpin penutupan sidang. Cornelis Feoh juga menyesalkan sikap rekan-rekannya yang mangkir itu, meskipun ada sedikit pembelaannya.

Mungkin mereka ada halangan, sehingga tidak dapat hadir di sini, katanya.

Kata Feoh, pihaknya sangat berharap semua anggota harus hadir dalam persidangan. Dikatakan lagi, perwakilan seluruh rakyat Rote Ndao ada pada 25 orang anggota DPRD berkurang satu orang karena terbelit masalah hukum.

Tapi 24 orang lainnya termasuk dirinya adalah representase dari seluruh rakyat Rote Ndao, kata Feoh.

Dalam sidang itu ada tiga Ranperda yang diajukan pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao yakni Ranperda APBD tahun anggaran 2014 dan dua Ranperda lain yang diajukan pemerintah untuk dibahas antara lain, Ranpeda tentang penanaman modal dan Ranperda retribusi jasa umum.
 
Pemerintah Provinsi memohon agar khusus untuk Ranperda yang terkait dengan retribusi dan jasa umum perlu dilakukan asistensi lebih lanjut di Kementerian Keuangan di Jakarta, katanya.
 
Menurut Feoh dalam persidangan IV itu, baru ditetapkan dua Ranperda yakni Ranperda APBD tahun anggaran 2014 menjadi peraturan daerah dan Ranperda tentang penanaman modal yang diajukan pemerintah ditetapkan menjadi Peraturan daerah.
 
Secara khusus untuk Ranperda retribusi jasa pelayanan kesehatan, itu nanti ditetapkan kemudian setelah mendapat pengesahan dari Kementerian Keuangan, ungkapnya.


zak