KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Politik Uang di Tahun Politik, Tama Tanaya: Itu Tidak Menjamin KORANJURI.com | Informasi Itu Penting! - Politik Uang di Tahun Politik, Tama Tanaya: Itu Tidak Menjamin

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4



Petahana Hibahkan 5 Unit Pickup
Di daerah pemilihannya, I Wayan Suadi Putra memberikan...

Caleg Perempuan Ini Suka Blusukan
Bagi sebagian caleg agar terpilih tentunya tidak terlepas dari modal, royal dan obral

Mesir Kembangkan Wisata Kutuh
Kawasan Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan memiliki potensi wisata...

Politik Uang di Tahun Politik
Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi










Politik Uang di Tahun Politik, Tama Tanaya: Itu Tidak Menjamin


24 Februari 2014 | Koranjuri.com

Politik Uang di Tahun Politik, Tama Tanaya: Itu Tidak MenjaminKORANJURI.COM Money politic dinilai politisi PDIP Ketut Tama Tanaya sebagai strategi klasik yang bertolakbelakang dari harapan meraup suara dalam jumlah banyak. Politisi senior ini mengartikan, pertaruhan uang untuk menjaring massa justru tidak sebanding dengan jumlah suara yang didapat oleh kandidat wakil rakyat.

Masyarakat sekarang sudah jeli. Belum tentu ada duit dapat suara banyak, itu tidak menjamin jelas ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali ini.

Dana yang disebar ke masyarakat pemilih justru dinilai rentan memicu kerawanan dan bisa jadi malah akan menurunkan peringkat calon legislatif.  Pihaknya menyoroti, permainan politik uang hingga sekarang masih terjadi menjelang masa kampanye pemilu legislatif.

Kalau dana yang dibagikan tersebar merata tidak masalah. Tapi kalau sampai ada yang dapat dan ada yang tidak dapat, itu justru memicu kecemburuan dan sudah pasti menurunkan pamor caleg yang bersangkutan, menurutnya demikian.

Yang terpenting menurutnya adalah menjaga konstituen dengan pendekatan yang dilakukan secara terus menerus. Sebagai incumben, Tama Tanaya menerapkan konsep 3B dalam pertarungan memperebutkan kursi dewan provinsi Bali yakni, Berdoa, Berjuang dan Bekerja. Selebihnya, secara formal dirinya melakukan pendekatan ke masyarakat di wilayah dapil Badung.

Target suara 20 ribu di seluruh Badung dengan porsi 50:50 untuk Badung Utara dan Selatan. Tidak perlu muluk-muluk meraup suara, ungkapnya demikian.

Politisi kawakan dari Tanjung Benoa ini menghimbau agar pada saat pemilihan semua pihak bisa saling menjaga diri. Ia berharap agar pesta demokrasi diwarnai dengan kejujuran. Mengingat potensi terbesar terjadi konflik justru pada saat pemilihan dan penghitungan suara.

Tunjukkan kejujuran karena pemilu ini untuk rakyat. Seperti yang sudah-sudah, konflik justru muncul pada hari H, ini yang perlu dihindari, harap Tama Tanaya.


agw